CC adalah jenis chlorine yang membuat semua gejala tidak sehat. Mata merah, kulit kering, rambut keras, sesak nafas dan dapat membuat asma kambuh jika kadarnya tinggi. CC pada kadar 0.5 PPM pun bisa tercium dan ini cukup menyengat. Jika kadar CC di angka 1 PPM, kolam sudah harus di super chlorinate dan jelas tidak boleh digunakan saat super chlorination berlangsung.
Cara mudah dan relatif tepat untuk mengetahui kolam itu efektif sanitasinya atau tidak, adalah dengan hidung anda. Jika anda berjalan dipinggir kolam dan bisa mencium bau chlorine saat hidung anda 1.6 meter dari air, ini adalah chlorine “buruk” yaitu CC. Jika anda ke kamar mandi dan mencium bau chlorine yang lebih kuat lagi, jelas sudah bahwa kolam ini banyak chlorine “buruk” (tidak melindungi) dan malah jenis yang memberikan iritasi.
Air kolam yang sanitasinya baik atau semua chlorine nya dalam bentuk Free Chlorine, hanya bisa di cium sedikit bau chlorine nya saat anda mendiamkan bekas air kolam untuk kering dibadan anda. Sedikit bau chlorine akan tercium saat Free Chlorine bereaksi dengan keringat anda, sebab saat melawan keringat
( amonia ), Free Chlorine akan berubah menjadi CC. Jika level Free Chlorine pada 3 PPM pun, walaupun hidung anda 1 cm dari air, sulit untuk mencium apa yang umumnya orang sebut “ bau kaporit “.
Chlorine adalah sanitizer dan juga oxidizer. Kayu di bakar ( oxidize /oksidasi ) menjadi arang. Besi ter oksidasi, jadi lah karat. Bakteri di ganyang ( sanitized ) oleh chlorine dan bangkai bakteri selanjutnya di bakar ( oxidize ), dalam proses ini chlorine terpakai, jadilah chlorine “bekas”. Semua berkas-berkas bangkai kuman akan berserakan di lantai kolam sebagai partikel super halus ( tidak nampak mata ). Sebab inilah kolam harus sering di vakum, bukan saja untuk menyedot abu bawaan udara sekitar, tetapi membuang semua bangkai pertempuran.
Ada satu hal ironis di Indonesia. Jika kita mau membeli chlorine test kit untuk kolam, kita hanya bisa dapat tipe OTO (Orthotolidine). Ini test kit mudah di kenal, sebab hanya satu botol obatnya. Di teteskan 5 tetes kedalam test tube yang ada comparator warna kuning. Air kolam di isi di test tube ini dan di berikan OTO dan kita lihat berapa gelap warna kuning hasil reaksinya. Semakin kuning, semakin tinggi level chlorine di air tersebut. Tetapi sayang seribu sayang, OTO hanya bisa membaca Total Chlorine atau TC. TC adalah kadar chlorine “buruk” di tambah kadar chlorine “baik”. Jadi kita tetap tidak tau berapa PPM chlorine yang “buruk” dan berapa PPM chlorine yang “”baik”. Sungguh mengenaskan.
