POOL SPECIFICATION

Jika murid sudah menguasai buoyancy yang baik di kolam ( lingkungan terjaga dan aman ) dan mampu melakukan simulasi safety stop di kedalaman 3 meter, maka saat nanti melakukan penyelaman pendidikan di laut ( Open Water Training ) yang memiliki kedalaman sangat dalam, latihan ini akan membuahkan murid yang lebih siap, tenang dan aman karena memang sudah dapat skill bouyancy. Skill buoyancy adalah skill yang perlu di latih secara real time, tidak bisa di baca melalui buku. Sama dengan naik sepeda, harus sering latihan dan kadang-kadang jatuh sebelum bisa mahir, tetapi bedanya dalam penyelaman tidak boleh ada yang “jatuh”. Maka kami tekankan betapa pentingnya kolam berkedalaman minimal 4 meter. Jika kolam hanya berkedalaman 2.5 meter ( umum ), instruktur tidak akan mampu melatih murid untuk mendapat skill dasar yang sangat penting ini di lingkungkan yang terjaga, sebab prasarana nya tidak memadai.

Malah, kemampuan menjaga buoyancy yang baik di 3 meter, adalah lebih sulit daripada menjaga bouyancy di 18 meter. Semua ini karena udara di BCD anda “mekar” dan “kempes” dalam persentase atau ratio yang sesuai dengan kedalaman sang penyelam terhadap permukaan laut. Semakin dangkal, variabel persentase ini semakin tinggi dan otomatis lebih sulit mengatur buoyancy. Pernafasanpun akan berefek terhadap buoyancy sebab jika paru-paru anda mekar, volume tubuh naik dan daya apung juga akan naik.

Nanti saat murid belajar materi pendidikan selam, murid akan lebih mengerti kenapa latihan awal perlu kolam yang sesuai. Murid akan dapat pelajaran mengenai effek tekanan udara terhadap nilai buoyancy di BCD sang penyelam dan juga efek pernafasan terhadap buoyancy karena paru-paru berubah volume.
 
POOL SPECIFICATION: << PREV [1]-[2]-[3]-[PAGE 4]