Untuk melakukan latihan buoyancy bagi pemula, diperlukan kolam berkedalaman minimal 4 meter dan jika bisa maksimal 5 meter. Murid akan bertanya, kenapa minimal 4 meter ?
Dalam prosedur penyelaman yang baik, sebelum penyelam naik ke kapal atau ke darat, di perlukan safety stop pada kedalaman sekitar 3 meter selama 3 menit. Ini sudah standard baku, demi kebaikan semua penyelam. 3 meter di ukur pada posisi paru-paru atau pinggang, maka perlu 1 meter lagi untuk fin ( kaki katak ) dan kaki supaya tetap mengambang, jadi lah 4 meter sebagai kedalaman minimal.
Kolam Dive Training yang umum di Jakarta adalah kedalaman Level satunya pada 1.2 meter dan kedalaman Level duanya pada 4 meter. Yang ideal adalah kolam 3 level. Level pertama 1.2M, level kedua 4 - 5M dan level ketiga pada 8 – 10M, tetapi ini sangat mahal dan memerlukan tempat yang luas. Kolam Sea Pearl ada 2 level, yaitu 1.2 meter dan 4 meter.
Safety stop di 3 meter selama 3 menit akan membantu tubuh kita membuang secara perlahan-lahan kumpulan gelembung udara yang terakumulasi di tubuh kita. Analoginya yang mudah di cerna adalah, jika ingin membuka kaleng atau botol Coca-Cola baru yang sudah terkocok-kocok selama perjalanan, tunggu dulu beberapa menit. Jika langsung di buka, busa ( gelembung udara ) akan banyak keluar dan mengotori baju yang minum. Karena dengan melakukan penyelaman kita berarti bermain-main di kedalaman air yang akan menghasilkan tekanan melebihi 1 atmosfir ( 1 ATM = tekanan di permukaan laut, setiap 10 meter kedalaman tambah 1 ATM lagi ), maka safety stop berfungsi untuk “menetralisir” gelembung udara di tubuh kita sebelum kita naik ke permukaan . Nanti murid akan di jelaskan lebih mendalam lagi soal ini oleh Instruktur nya saat pendidikan.
Karena kolam adalah tempat pertama murid akan belajar menyelam, maka semua rancangan kolam bermaksud untuk membuat pendidikan ini senyaman-nyamannya dan seaman-amannya, sebab murid belum memiliki skill sama sekali.
